Langsung ke konten utama

Perspektif Komunikasi

Setiap ilmu atau bidang kajian tertentu pasti terdapat perspektif tersendiri. Perspektif yang merupakan sudut pandang seseorang terhadap suatu masalah tercipta dikarenakan adanya perbedaan persepsi dan pengalaman antara seorang dengan yang lainnya. Lebih tepatnya, sudut pandang / paradigma ini merupakan pemandu persepsi, di mana ia dapat mempengaruhi apa yang kita lihat dan bagaimana cara kita menafsirkan/memperkirakan apa yang kita lihat. Perspektif ini juga digunakan guna memudahkan seseorang dalam melakukan penelitiannya.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, setiap ilmu pengetahuan pasti punya sudut pandang/paradigma yang selalu berkembang atau tercipta seturut perkembangan zaman. Salah satunya adalah pada Bidang Kajian Ilmu Komunikasi, bagaimana komunikasi diamati dan ditelaah dari sudut pandang/pendekatan tertentu. Terdapat 4 jenis perspektif komunikasi pada umumnya, antara lain :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perspektif Komunikasi - Perspektif Mekanistik

Perspektif Mekanistik adalah sudut pandang dalam bidang kajian komunikasi yang melihat proses atau cara komunikasi itu terjadi. Seperti yang kita tahu, komunikasi tidak berlangsung dengan sendirinya. Terdapat proses di dalamnya sehingga dapat memunculkan suatu keefektifan komunikasi maupun terciptanya kesamaan pemahaman atau pengertian (mutual understanding). Perspektif mekanistis komunikasi manusia menekankan pada unsur fisik komunikasi, penyampaian dan penerimaan arus pesan oleh komunikan. Semua fungsi penting komunikasi terjadi pada saluran, lokus, perspektif mekanistis. (Diah F.K.S., 2009) Terdapat beberapa model komunikasi dalam perspektif mekanistik ini, antara lain: 1. Proses komunikasi secara primer Proses komunikasi ini merupakan komunikasi yang menggunakan satu lambang (simbol) sebagai media/saluran dalam penyampaian pesan dari komunikator terhadap komunikan. Saluran atau media di sini bisa saja lewat gesture , simbol, warna, dan lain-lain. Lambang di sin...

Sistem Perekonomian di Dunia

1. Sistem Perekonomian Tradisional Sistem Perekonomian Tradisional adalah sistem ekonomi yang bertujuan mempertahankan tradisi yang terjadi turun temurun. Yang menganut paham ini : Indonesia (Suku Badui di Jawa Barat)             Ciri-cirinya, antara lain:         ·           Belum adanya pembagian kerja yang jelas         ·           Kurangnya peran masyarakat dalam berusaha         ·           Produksi masih terbatas dan ditentukan sesuai kebutuhan      ·           Pertukaran masih menggunakan sistem barter walaupun mata uang sudah digunakan         ·           Penghasilan utama dari sektor agraris      ...