Langsung ke konten utama

Perbedaan antara Theorama Phytagoras dengan Kebalikan Theorama Phytagoras

Perbedaan antara Theorama Phytagoras dengan Kebalikan Theorama Phytagoras adalah kita menggunakan theorama phytagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika panjang kedua sisi lain diketahui dengan rumus :
a^2 (sisi hipotenusa yang dikuadratkan) = b^2 + c^2 (jumlah kedua sisi siku-siku yang sudah dikuadratkan), sedangkan kita menggunakan kebalikan theorama phytagoras untuk mengetahui/membuktikan apakah suatu segitiga adalah segitiga siku-siku dengan menggunakan rumus :
a^2+b^2 (jumlah kedua sisi siku-siku yang sudah dikuadratkan)=c^2 (sisi hipotenusa yang dikuadratkan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perspektif Komunikasi - Perspektif Mekanistik

Perspektif Mekanistik adalah sudut pandang dalam bidang kajian komunikasi yang melihat proses atau cara komunikasi itu terjadi. Seperti yang kita tahu, komunikasi tidak berlangsung dengan sendirinya. Terdapat proses di dalamnya sehingga dapat memunculkan suatu keefektifan komunikasi maupun terciptanya kesamaan pemahaman atau pengertian (mutual understanding). Perspektif mekanistis komunikasi manusia menekankan pada unsur fisik komunikasi, penyampaian dan penerimaan arus pesan oleh komunikan. Semua fungsi penting komunikasi terjadi pada saluran, lokus, perspektif mekanistis. (Diah F.K.S., 2009) Terdapat beberapa model komunikasi dalam perspektif mekanistik ini, antara lain: 1. Proses komunikasi secara primer Proses komunikasi ini merupakan komunikasi yang menggunakan satu lambang (simbol) sebagai media/saluran dalam penyampaian pesan dari komunikator terhadap komunikan. Saluran atau media di sini bisa saja lewat gesture , simbol, warna, dan lain-lain. Lambang di sin...

Perspekif Komunikasi - Perpekstif Pragmatis

Dalam perspektif ini, unsur-unsur komunikasi seperti komunikator/ sumber, pesan, media, efek/ feedback , dan penerima/ komunikan tidak terlalu penting. Perspektif Pragmatis menitik beratkan pada tindakan atau perilaku yang dilakukan secara verbal maupun non verbal oleh seorang komunikator dalam peristiwa komunikatif. Komunikasi adalah salah satu komponen dari interaksi yang terus berlangsung dalam periode yang panjang membentuk suatu sistem. Di dalam sistem komunikasi terdapat interaksi, fase, dan siklus yang terbentuk. Sepanjang periode yang lama ini nantinya, hal-hal tersebut bisa saja berubah kapanpun. Perubahan lingkungan atau perubahan struktural dalam sistem tersebut karena anggotanya masuk dan keluar meninggalkan sistem yang memungkinkan perubahan pada sistem. Sistem komunikasi yang juga ada di dalam sistem sosial menentukan sifat dan eksitensi sistem sosial itu sendiri. Kedua sistem tersebut saling bergantungan dan tidak dapat berdiri sendiri. Pada umumnya, ...